Di Pameran Bharat Innovates 2026 di New Delhi, 37 perusahaan rintisan dan usaha deep-tech India memamerkan teknologi di bidang kesehatan, kecerdasan buatan, antariksa, energi bersih, mobilitas listrik, komputasi kuantum, dan robotika.
Diselenggarakan di Bharat Mandapam pada 11–12 September bersamaan dengan KTT BRICS ke-18, pameran ini mempertemukan para inovator India dengan pemimpin, investor, dan pelaku bisnis internasional.
Berikut beberapa teknologi yang paling menonjol.
AI yang Dapat Menilai Risiko Kanker Serviks dalam Kurang dari 60 Detik
Salah satu inovasi paling mencolok datang dari Periwinkle Technologies.
Platform skrining dan triase kanker serviks berbasis AI miliknya dapat memberikan penilaian risiko dalam waktu kurang dari satu menit.
Arti pentingnya melampaui kecepatan. Teknologi yang membuat skrining lebih cepat dan lebih mudah diterapkan berpotensi membantu mendekatkan deteksi dini kepada perempuan di tempat-tempat yang sulit menjangkau fasilitas medis spesialis.
AI yang Memantau Ibu dan Bayi
Janitri Innovations menangani tantangan kesehatan besar lainnya: memantau ibu dan bayi selama kehamilan dan persalinan.
Teknologi pemantauan ibu dan janin berbasis AI miliknya dirancang untuk membantu tenaga kesehatan mengenali risiko klinis.
Ini adalah contoh teknologi India yang dikembangkan bukan sekadar demi kenyamanan, tetapi untuk mengatasi masalah yang berdampak langsung pada nyawa manusia.
Skrining Kanker Payudara Tanpa Radiasi
Perusahaan teknologi kesehatan India, Niramai, telah mengembangkan teknologi yang menggunakan pencitraan termal dan kecerdasan buatan untuk skrining kanker payudara.
Berbeda dengan mamografi, pendekatan ini tidak menggunakan radiasi.
Teknologi ini menunjukkan bagaimana AI yang dipadukan dengan teknik diagnostik baru dapat mengubah cara populasi besar diskrining untuk mendeteksi penyakit.
Motor Listrik Tanpa Magnet Tanah Jarang
Kendaraan listrik menghadapi tantangan yang kurang terlihat: banyak motor listrik bergantung pada material tanah jarang.
Chara Technologies sedang mengembangkan sistem penggerak listrik tanpa unsur tanah jarang.
Mengurangi ketergantungan pada magnet tanah jarang dapat berdampak tidak hanya pada manufaktur kendaraan listrik, tetapi juga pada ketahanan rantai pasok dan masa depan transportasi bersih.
Tenaga Surya yang Mengapung
Teknologi lain yang dipamerkan di Bharat Innovates adalah platform fotovoltaik surya terapung canggih yang dirancang untuk perairan yang menantang.
Alih-alih membutuhkan lahan tambahan, instalasi surya terapung dapat memanfaatkan waduk dan permukaan air lain yang sesuai untuk menghasilkan listrik.
Bagi negara berpenduduk padat dengan kebutuhan energi yang sangat besar, menemukan tempat baru untuk memproduksi energi terbarukan hampir sama pentingnya dengan meningkatkan kualitas panel itu sendiri.
Robot yang Bekerja di Bawah Air
Ekosistem deep-tech India juga merambah ke bawah permukaan laut.
Sebuah platform robotika laut full-stack yang dipamerkan di pameran ini dirancang untuk inspeksi infrastruktur penting.
Robot laut berpotensi memeriksa struktur bawah air serta lingkungan sulit atau berbahaya lainnya, di mana mengirim penyelam manusia mahal atau berisiko.
Seiring berkembangnya pelabuhan, infrastruktur lepas pantai, dan ekonomi kelautan India, teknologi semacam ini bisa menjadi semakin penting.
Mata India di Antariksa
Sektor antariksa swasta India juga turut hadir.
Dhruva Space mengembangkan platform satelit kecil, sementara GalaxEye sedang mengerjakan Drishti, sistem observasi Bumi yang menggabungkan penginderaan radar dan optik.
Menggabungkan berbagai jenis sensor dapat membantu menghasilkan citra Bumi yang berguna bahkan ketika awan, kegelapan, atau cuaca menyulitkan pengamatan optik konvensional.
Potensi penerapannya beragam, mulai dari pertanian dan penanggulangan bencana hingga infrastruktur dan pemantauan lingkungan.
Ambisi Komputasi Kuantum India
Di antara teknologi paling futuristik yang dipamerkan adalah sistem komputasi kuantum dari QpiAI.
Sistemnya berkisar dari mesin delapan qubit untuk pendidikan dan riset hingga prosesor Kaveri 64-qubit.
Komputasi kuantum masih merupakan bidang yang baru berkembang secara global, tetapi membangun kemampuan dalam negeri sejak sekarang bisa terbukti penting secara strategis dalam dekade-dekade mendatang.
Mengapa 37 Inovasi Ini Penting
Mungkin bagian paling menarik dari Bharat Innovates bukanlah satu mesin atau satu perusahaan rintisan tertentu.
Melainkan ragam masalah yang coba dipecahkan oleh para inovator India:
- Deteksi kanker
- Kesehatan ibu
- Transportasi bersih
- Energi terbarukan
- Infrastruktur kelautan
- Satelit
- Kecerdasan buatan
- Komputasi kuantum
Ke-37 usaha yang dipamerkan di New Delhi dipilih dari kelompok yang lebih besar, yaitu 120 perusahaan rintisan dan usaha yang mengikuti pameran Bharat Innovates pertama di Nice, Prancis, awal tahun 2026.
Bharat Innovates bertujuan menghubungkan universitas, perusahaan rintisan, laboratorium, dan taman riset India dengan investor, korporasi, universitas, dan pemerintah di seluruh dunia.
Hal itu penting.
Selama puluhan tahun, reputasi teknologi India di luar negeri didominasi oleh keberhasilan industri layanan TI-nya.
Babak berikutnya bisa berbeda.
Babak itu bisa semakin banyak diisi oleh teknologi yang diteliti, dirancang, dan dibuat di India untuk memecahkan masalah dunia nyata yang sulit.
Dari mendeteksi kanker dalam waktu kurang dari satu menit hingga mengirim robot ke bawah laut, inovasi-inovasi ini memberi gambaran sekilas tentang India yang seperti itu.
Dunia mengenal India karena kearifan kunonya. Ke depan, dunia mungkin makin mengenal India karena apa yang akan diciptakannya.
Sumber & Bacaan Lanjutan
- PIB, Kementerian Pendidikan: Pameran BRICS Bharat Innovates, 11–12 September 2026 — Rilis resmi: tempat, tanggal, 37 usaha, dan kelompok 120 peserta di Nice.
- Business Standard: India membawa 37 perusahaan rintisan deep-tech ke hadapan investor BRICS — Usaha yang disebutkan namanya, termasuk Periwinkle, Janitri, Niramai, Chara, Dhruva Space, GalaxEye, dan QpiAI.
- Millennium Post: Para pemimpin BRICS mengunjungi Pameran Bharat Innovates — Teknologi yang dipamerkan, termasuk surya terapung, robotika laut, dan skrining kanker serviks dalam waktu kurang dari 60 detik.
- DD India: 37 inovator deep-tech India di Bharat Mandapam — Laporan lembaga penyiaran publik tentang pameran dan edisi Nice.